Merokok Membunuhmu

Tentu bukan karena terinspirasi dari lagu D’Masiv sampai peringatan bahaya merokok di berbagai iklan dan kemasan rokok itu sendiri kemudian berubah menjadi “Merokok Membunuhmu”.

Produsen mungkin memiliki tujuan “mulia” dengan perubahan pesan yang disampaikan. Apalah lagi, meskipun sudah diwacanakan oleh pemerintah, tapi inisiatif segera mengubah pesan peringatan itu ternyata dilakukan oleh para produsen ( Sumber : detikcom ). Katanya sih agar pesan yang disampaikan bisa lebih “sangar”  dan memberi efek lebih dalam bagi para perokok.

Saya gak paham betul apakah pemilihan kalimat yang lebih singkat dan seakan frontal itu berasal dari pemerintah atau mungkin lagi-lagi inisiatif produsen. Namun dalam perspektif psikologi komunikasi, apa benar peringatan itu bisa lebih ampuh dalam mengubah mindset konsumen soal rokok ?.

Sama seperti apa yang digambarkan oleh Ryan dan kawan-kawan dalam syair lagunya, cinta dan rokok itu sama – sama bisa membunuh. Makanpun kalau kebanyakan, bisa saja berujung kematian. Jadi dalam konteks kata bunuh ( baca : mati ), sebenarnya dimana letak “sangar” dari kalimat peringatan dari iklan rokok tersebut ?. Toh tak ada yang setelah merokok lalu menggelepar meregang nyawa.

Bukankan dengan mengubahnya menjadi Merokok Membunuhmu, pesan peringatan itu justru terasa lebih soft ?. Karena selama ini, kata-kata membunuhku menjadi bahasa jamak dan bahkan menjadi ikon interaksi dan komunikasi, terutama jika anda rajin menyimak kalimat-kalimat netizen yang berseliweran di jagad maya. Maaf jika saya tak pernah benar-benar percaya dengan ketulusan para produsen rokok yang katanya berinisiatif sendiri itu. Iklan – iklan yang mereka buat itu sepemahaman saya menelan biaya mahal dan tentu terlalu sayang untuk dicederai oleh kata-kata peringatan yang secara signifikan bisa mengubah aspek kognitif dan perilaku konsumen terhadap rokok.

Jika diizinkan sedikit apatis, saya malah berpikir ada upaya membuat kata-kata peringatan itu menjadi kontraproduktif. Betapa tidak, sebenarnya bukan kematian yang menjadi pokok persoalan dari perilaku merokok. Toh kematian itu tak ada yang pernah tau kapan akan datang, terlepas seseorang merokok atau tidak. Yang menjadi esensi dari peringatan soal rokok itu sendiri adalah bahwa rokok akan berpengaruh terhadap kualitas hidup seseorang dan mempersingkat angka harapan hidup, bukan persoalan kehilangan nyawa. Kembali ke kata “bunuh”, rindu saja bisa membunuh kata ABG alay yang sedang dimabuk asmara.

Karena terkungkung oleh sikap skeptis saya soal peringatan baru tersebut dan sok ingin jadi pengamat :p , akhirnya sayapun berinisiatif mencari data soal “Merokok Membunuhmu”. “Mulai 2014 perusahaan rokok wajib mencantumkan peringatan bahaya merokok, baik bergambar dan tulisan, sesuai dengan PP No 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan,” ujar Menteri Kesehatan, dr Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, dalam acara Puncak Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta, Jumat (31/5/2013). (Sumber: forum.kompas.com)

Dan katanya nih, akan ada 5 gambar yang sudah dipersiapkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Berikut salah satu gambar  yang bakal “nampang” pada bungkus rokok di Indonesia :

kanker mulut

Nahhh.. Kalau gambar ini yang ditampilkan di kemasan dan juga iklan rokok ( sesuai aturan baru yang dikeluarkan pemerintah ), saya baru percaya kalau para produsen rokok dan konsultan iklannya benar-benar sedikit punya ketulusan mengingatkan orang soal bahaya rokok. Bukan peringatan basa basi, apalagi dengan kata-kata yang malah terkesan bias dengan maksud  ( mungkin ) untuk memainkan atau bahkan mengelabui persepsi orang soal bahaya merokok ( Yakinlah, dibalik iklan rokok, terdapat para konsultan komunikasi massa yang tau benar bagaiamana cara membentuk logika dan aspek kognitif seseorang terhadap sebuah brand ).

Apakah gambar ini sudah tertera pada kemasan rokok yang beredar dipasaran ? Untuk Iklan, saya belum pernah melihat gambar seperti di atas disertakan. Untuk kemasan, saya bukan perokok dan belum pula sempat mengecek. Tapi jika belum ada dan hanya memuat tuliasn “Merokok Membunuhmu”, mari kita sepakat bahwa perubahan message itu bukannya malah memberi dampak positif dalam hal peringatan bahaya merokok tapi malah akan mengaburkan efek negatif dari rokok …

One thought on “Merokok Membunuhmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s