Kunci Kamar dan Pintu Jodoh

cameraKehujanan, perut keroncongan dan kunci kamar yang entah tertinggal dimana, sepertinya lebih dari cukup untuk menjadi sebuah ujian. Begitulah, hanya bersabar yang akhirnya bisa saya lakukan ketika sudah berada di depan pintu kamar dan tak menemukan besi putih yang ditautkan pada sebuah souvenir perkawinan seorang sahabat, ada disaku celana saya. Kesimpulannya : kunci kamar saya hilang !. Anyway, Khasiat sering menyaksikan Mario Teguh nongol di televisi cukup membuat saya sadar bahwa menggerutu tak akan pernah menyelesaikan masalah selain bahwa itu bisa memutuskan syaraf-syaraf di otak dan tubuh saya.

Untunglah, bapak kos ternyata menyimpan kunci cadangan untuk seluruh kamar di rumah kos-kosan miliknya. Tapi untuk mendapatkan kunci itu, saya masih harus melewati satu tantangan. “Mas adi ambil sendiri ya di rumah. Dekat akuarium , Saya lagi ada acara diluar.” Begitu kata bapak kos melaui telepon. Asal tau saja, jarak rumah kosan dan rumah pribadi Mas Dhani, nama bapak kos kami itu adalah sekitar 200 meter. Meski dalam kondisi hujan seperti ini, tentu saya tak akan mengulang kesalahan menggunakan payung motif bunga-bunga milik saya yang pernah membuat penghuni kos putri di sebelah rumah cekikikan.

Akhirnya saya nekad menerobos hujan dan berhasil membawa pulang segepok kunci yang kalau di bawa ke tukang loak, ada kali beratnya setengah kilo. Berarti saya masih punya satu ujian, mencari kunci yang cocok dengan pintu kamar saya. Entahlah, setahu saya kamar di rumah yang saya tempati itu hanya 6 petak. Tapi kuncinya kok jadi banyak ya?. Jangan-jangan bapak kos nyambi jadi juru kunci Tangkuban Perahu😀.

Sudah berusaha menjadi manusia sok bijak dari awal, pasti akan membuat saya malu pada diri sendiri jika mengeluh hanya karena harus mengeluarkan extra effort mencari kunci yang tepat. Akhirnya saya dengan telaten mencoba satu persatu kunci-kunci itu. Kunci pertama gagal, kunci kedua sampai keempat bernasib sama. Ternyata hoki dalam bidang arisan yang tidak pernah menghinggapi saya di kocokan-kocokan awal, berlaku juga dalam hal cari-mencari kunci.

Lama-lama saya jadi sedikit senewen, sampai kunci tersisa dua dari sekitar 30 an keping besi putih itu, saya belum menemukan yang sesuai. Aduh, jangan-jangan saya salah ngambil. Jangan-jangan akuarium bapak kos lebih dari satu. Pikiran saya mulai gak karuan. Mungkin karena capek dan saya mulai keringatan meskipun cuaca sedang dingin-dinginnya.

Tapi kan masih ada dua kepingan logam putih lagi. Saya coba yang pertama. Hah.. belum berhasil juga. So kunci terakhir yang sedang saya jepit diantara ibu jari dan telunjuk saya yang gedenya juga sama dengan ibu jari, menjadi pengharapan diantara stok rasa sabar yang muluai menipis. And Finally,.. Kamar saya terbuka. Leganya minta ampun. Seperti menyaksikan tembakan terakhir pemain timnas yang berhasil merobek jala gawang Vietnam saat adu pinalti dan mengantar Indonesia menjadi kampiun kejuaraan Piala AFF U-19.

Happy ending.. Meskipun selanjutnya saya mulai berpikir keras, entah dimana kunci kamar saya berada ?. Mungkin kuncinya bisa tergantikan dengan mendatangi tukang duplikat yang banyak bertebaran dipinggir jalan bagaikana penjual buah-buahan saat musim buah-buahan ( ya iyalah ). Tapi gantungan kunci itu memiliki story tersendiri ( halah.. ). Boleh percaya atau tidak, ketika menerima souvenir berbentuk perahu itu, saya seketika memanjatkan doa terdalam. “Mudah-mudahan ini menjadi souvenir pernikahan terakhir yang saya terima sebelum saya sendiri membagikan benda yang sama kepada teman-teman saya.” ( Bukan sebagai penjemput tamu tentunya😀 ). Tapi apalah daya. Jangankan kunci, bukankah semua yang ada sama kita memang akan hilang pada waktunya..

Setidaknya tragedi kunci hilang itu memberi sebuah pelajaran, jangan pernah lelah mencoba jika kunci yang satu gagal. Mungkin kunci berikutnya bisa saja berhasiL, Atau mungkin sampai kunci terakhir seperti yang saya alami. Jika saya saja berputus asa, mungkin saya akan segera mengembalikan kunci dari bapak kos itu ketempat semula tanpa pernah menyangka bahwa kunci terakhir itulah yang ternyata menjadi “jodoh” dari pintu kamar saya. Bukankah kita memang harus melewatkan waktu bersama pilihan yang salah sebelum kemudian segalanya menjadi indah ?

8 thoughts on “Kunci Kamar dan Pintu Jodoh

  1. Astagaaa,Aa..tulisan ini sepertinya yg terfavoriteku..seiring dgn itu terkirim doa buat Aa, ‘dear myLord Allah,semoga………………………,………….,……….,dan………….amin’ ;))

  2. hahahahaha cerita ini, bisa menjadi pesan kepada siapa ya……sekedar contelan atau mengahaadpi realitas yg selalu ber ulanuang lagi………membuat keputusan

  3. alamaaak kuncinya kok disangkutin arisan mas bro… hehehehe… tapi asik bacanya jadi ketawa sendiri mbayangin kang adi kedinginan ngobok obok ikan di aquarium bpk kost…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s