Kartu ATM ( Lagi )

atm3Entah kenapa hidup saya ini selalu bermasalah dengan ATM dan cinta ? #Eh… Tapi serius, dalam hitungan enam bulan, 4 kali saya bermasalah dengan ATM. Pernah suatu waktu kartu ATM saya ketelan mesin ATM ( Ya iyalah, masa mesin penggilingan padi ). Sekali waktu melakukan penarikan, duitnya gak keluar tapi saldo saya berkurang. Dan Dua kali kartu ATM saya error dengan tulisan “maaf kartu anda kadaluarsa”.

Dari beberapa kasus tersebut, yang paling tragis adalah ketika malam-malam saya akan pulang kerumah dari Terminal Leuwipanjang Bandung dan tanpa saya sadar di dompet saya sudah tak ada selembar duitpun. Saat bermaksud narik duit, lagi-lagi kartu ATM saya ngambek. Apa mungkin sebagian uang saya bersumber dari orang-orang nggak jelas sampai saya harus ditegur dengan masalah kartu ATM berkali-kali ? mungkin ada sebagian dari Ahmad Fathanah kali ya. *ngaco

Tapi orang baik seperti saya, akan selalu bertemu orang baik pula setiap ada kesulitan :p. Saat kasus akan pulang kerumah dan kartu ATM bermasalah itu, sayapun dengan sangat sungkan meminta pertolongan pada seorang bapak usia 70 tahunan, yang sedang berjualan rokok dengan gerobaknya. Sebenarnya sangat klise ketika saya mengutarakan niat menitipkan sebuah handphone sebelum saya datang untuk mengganti duit yang dia pinjamkan. Karena sayapun yakin bapak itu gak akan tega ‘menyandera’ HP saya. Ntar saya telponan sama pacar pake apa ? huekk..

Di tengah rasa dingin yang menusuk, rasa haru seketika menggelayut saat bapak itu menyodorkan selembar duit dengan nominal lebih dari yang saya minta “takut nanti dijalan ada apa-apa dan duitnya gak cukup. Gak usah diganti nak, pake saja,” sesaat saya seperti menemukan sosok orang tua saya ketika saya masih kuliah dan akan balik ke Kota. Ucapan tulus yang membekas dihati saya sampai sekarang.

Lalu Setelahnya, sayapun menemukan diri saya menjadi manusia tak tau berterima kasih. Hari sabtu dan minggu pertama setelah bertemu bapak itu, hujan mengalahkan tekad saya untuk berkunjung sekedar membawa buah tangan atau apa saja sebagai imbalan atas kebaikan sang bapak ( meskipun saya tau apa yang dilakaukannya pasti tak berharap pamrih ). Hari-hari berikutnya saya disibukkan dengan aktivitas keluar kota, pekerjaan kantor yang menguras tenaga hingga malam hari dan berbagai rutinitas lain. “nanti juga gak apa-apalah, toh bapak itu pasti masih jualan,” begitu saya berpikir.

Lalu dua malam lalu, sekitar sebulan pasca pertemuan kami, saya mampir ke gerobak sang bapak sepulang dari perjalanan keluar kota. Niatnya sih silaturahmi sekalian memberi oleh-oleh. Saat baru saja turun dari angkot, mata saya celingukan karena gerobak bercat putih itu, ternyata tak ada di tempat. Informasi yang saya peroleh dari seorang penjaga warung, spontan menghadirkan rasa sedih, dan penyesalan mendalam. Bapak itu sudah pulang ke kampung halamannya di Jawa Timur sana. Seketika saya mengutuk diri. Bapak itu pasti tak pernah ingat lagi dengan apa yang dia berikan, tapi jasanya tak akan bisa digantikan dengan jumlah uang berlipat-lipat dari yang ia berikan.

Suer.. jika malam itu ada yang memberi pilihan antara kaos Arsenal yang telah dibubuhi tandatangan Theo Walcot dan selembar lima ribuan, maka kostum tim kebanggaan saya itu akan saya tampik. Segala sesuatunya memang tak harus diukur dari nilai yang kasat mata terlihat. Sesuatu terasa berharga karena dia memberi arti dan manfaat. Sepertinya seperti itu. Dan saya menjadi orang yang tak tau menghargai itu..

Pun kenapa saya begitu sombong atas kuasa Tuhan, sampai lupa bahwa segala sesuatunya bisa hilang dan pergi, saat saya belum sempat berbuat apa-apa. Semoga bapak itu baik-baik saja..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s