Nonton Street Soccer di Bandung

IMG_3070Di bawah fly over Jalan Surapati Bandung, di tengah cuaca Kota Kembang yang masih saja sejuk di tengah hari, dua orang berjibaku memperebutkan bola. Salah satu dari mereka berhasil melepaskan diri dari kawalan lawan, meliuk-liuk, melakukan manuver lalu meceploskan bola kedalam gawang, Goool !!!.  Tim berbaju merah menang atas tim dengan kostum biru. Beberapa saat kemudian, wasit meniup peluit panjang, tanda pertandingan berakhir. Tim putri Jawa Barat, mengungguli DKI Jakarta sekaligus memastikan diri sebagai kampiun. Lagu We Are The Champions dari kelompok Queen, sontak berkumandang.

Senang sekali bisa menyaksikan langsung pertandingan final kejuaraan Street Soccer bertajuk League of Change yang  untuk kali ketiga digelar di Bandung, tepatnya di lapangan street soccer Bandung Wetan. Event ini diikuti oleh sembilan tim dari sembilan provinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama penyelenggaraan event, masyarakat sekitar fly over mendapatkan tontonan menarik berupa  battle pada lapangan mini yang dikelilingi oleh jaring.

Meski baru bisa nonton di hari terakhir, tetap saja saya terpuaskan oleh keseruan dari kegiatan yang bertema “keadilan sosial bersepakbola bagi seluruh rakyat Indonesia” itu. Tidak rugi pula saya berjalan kaki dari kawasan Dago untuk menjangkau lokasi pertandingan. Asli niat.. di tas ada dua botol air mineral, kamera buat dokumentasi, plus kostum warna merah bertuliskan EWAKO !!. Maklum, tim dari tanah leluhur Sulawesi Selatan sana, masuk final dan bertemu tuan rumah Jawa Barat. Baru sampai, tiba-tiba saya disapa oleh kerumunan orang yang ternyata pemain dan official tim dari sulsel bersama mahasiswa asal Makassar. Tulisan EWAKO di baju saya, cukup untuk membuat mereka yakin kalau saya dari Makassar🙂

Oh iya,. Salah satu keunikan dari kompetisi sepakbola jalanan yang berlangsung dari 10 – 12 Maret 2013 tersebut,  diikuti oleh beberapa peserta dengan status ex pengguna narkoba, orang dengan HIV AIDS ( ODHA ) dan kaum marjinal lain seperti gelandangan dan masyarakat miskin. Oleh panitia, peserta atau tim, diwajibkan menyertakan hasil tes HIV bagi tim yang beranggotakan ODHA, hasil tes Addiction Severity Index (ASI) bagi pengguna narkoba, dan menyertakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bagi peserta dari kalangan kurang mampu.

Menurut penyelenggara dari Rumah Cemara yang sempat saya ajak ngobrol, pagelaran tersebut memang merupakan program kampanye melalui sepak bola, yang diharapkan bisa pelan-pelan mengubah stigma negatif terhadap kaum marjinal sehingga mereka bisa diterima di masyarakat dengan layak. Pesan moralnya, bahwa mantan pengguna Napza, ODHA dan kaum marjinal masih bisa melakukan sesuatu dengan kondisi yang mereka alami, termasuk bermain bola. Rumah Cemara sendiri adalah sebuah LSM yang konsen melakukan pembinaan dan advokasi kaum marjinal di Kota Bandung.

Kejuaraan ini digelar tiap tahun dan sekaligus menjadi ajang seleksi untuk kejuaraan yang sama di tingkat dunia dengan nama Homeless World Cup. Untuk Tahun ini Homeless World Cup akan digelar di Polandia. Sebelumnya, ajang tersebut, berturut-turu digelar di Prancis dan Mexico. Menyaksikan para pemain bertanding, buat saya tak semata sebagai sebuah hiburan dan tontonan. Lebih dari itu, League of Change, menjadi sebuah tuntunan. Seperti sepak bola, hidup memang selalu menawarkan dua hal. Kalah dan menang !. Ketika kita kalah dan terpuruk, selalu ada cara untuk bangkit, karena keterpurukan bukanlah akhir dari segalanya..

Seperti spirit para mantan pengguna Napza dan ODHA yang sedang bertanding, apapun yang sedang mereka alami, itu tak lebih sebuah fase hidup yang memang harus dilewati. Lalu kenapa kita terlalu banyak mengeluh ???

Berikut beberapa hasil jepretan saya. Kalau kurang bagus, mohon dimaafkan. Saya kan Achmad Riyadi, bukan fotografer Darwis Triadi..😀

Kalah atau menang itu biasa.. yang penting kebersamaan.

Kalah atau menang itu biasa.. yang penting kebersamaan.

Eh.. ada Kang Robby Darwis

Eh.. ada Kang Robby Darwis

Eh.. ada tim putri juga..

Eh.. ada tim putri juga..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s