Uda Gembul dari Bandung

Selama di Bandung saya kerap berucap aya-aya wae. Bukan dalam rangka mematangkan aksen sunda saya. Tapi orang Bandung memang suka ada-ada saja idenya. Orang-orangnya kreatif dan seperti gak pernah kehilangan akal dalam berkreasi. Mungkin itu juga yang membuat kenapa musisi-musisi kelas atas di Indonesia, banyak berasal dari Tanah Pasundan. Jujur saya banyak belajar di Kota ini. Kota yang sejuk dan selalu dinamis.

Beberapa waktu lalu saya berkenalan dengan seorang dosen Universitas Padjajaran yang ternyata seorang enterpreneur juga. Mungkin buat orang, profesi sebagai dosen, sudah cukup sebagai modal keluarga dan masa depan. Tapi tidak untuk seorang Gufron Syarif. Senang bisa berkenalan dengannya dan menjadi teman hingga kini.

Ufo, Panggilan akrab Gufron Syarif adalah seseorang yang nggak bisa diam. Bahkan cenderung suka mendobrak pakem. Lahir dari keluarga yang berkecukupan, dirinya selalu tertantang untuk berbuat sesuatu yang kadang diluar alam berpikir orang kebanyakan. Pernah jadi pegawai Bank, pernah jadi IT Talent, pernah jadi pengusaha lalu terakhir menjadi dosen perguruan tinggi negeri. Ternyata dirinya masih sempat mengembangkan bisnis.

Bisnisnyapun agak nyeleneh. Membuat rendang kemasan dengan nama yang nyentrik : Uda Gembul. Gimana bentuknya tuh ?. Nih saya perlihatkan fotonya

Produk Uda Gembul

Produk Uda Gembul

Idenya berawal dari booming makanan pedas di Bandung dan beberapa daerah lain di Indonesia. “Kenapa nggak saya bikin makanan pedas dengan bahan dasar daging.” Begitu alasan yang dikemukakan pria 29 tahun itu ketika kami berbincang di sebuah kafe di Bandung. Fakta bahwa daging ayam dan sapi yang menjadi bahan dasarnya adalah bahan baku yang sangat gampang didapatkan, juga menjadi pertimbangan.

Lalu mulailah bisnis itu dijalankan dengan berbagai proses yang harus dilalui. Seperti uji lab, membuat kemasan yang memungkinkan rendang bisa tahan lama, mempelajari pasar sampai merancang trik marketing. Jadilah Uda Gembul sebagai salah satu oleh-oleh khas Bandung.

Rasanya enak dengan tingkat ke pedasan yang bisa dipilih. Dan yang paling penting, bisa dibawa-bawa. So, bisa jadi buah tangan kalau kebetulan akan keluar kota atau habis berkunjung ke Bandung. Sayapun dapat dua varian produk Uda Gembul dari dia dan setelah mencoba, saya hanya bisa berucap Maknyussss🙂

Mhmm, Yummii

Mhmm, Yummii. yg gratis memang selalu lebih nikmat😀

Saya tak hanya salut dengan bagaimana kejelian Ufo menemukan potensi pasar dari makanan khas Sumatra Barat tersebut. Lebih dari itu, mungkin ini bisa menjadi semacam pencerahan bahwa Indonesia sangat kaya dengan kekhasan budaya dan makanan tradisional. Mungkin kita sudah harus berpikir melestarikannya dengan cara-cara yang lebih kreatif dan kontemporer, mengikuti arus perkembangan peradaban manusia sehingga prosesnya berlangsung natural. Bisa jadi itu salah satu cara..

Gufron Syarif dan sang penerus kreativits itu..

Gufron Syarif dan sang penerus kreativitas itu..

Oh iya, kali ada yang pengen berbisnis dengan menjadi reseller Uda Gembul. Nih, tak kasi alamat sama nomer hp nya sekalian🙂 lengkap dengan info yang bisa diakses

Komp Buah Batu Regency Blok F6 No 4 Bandung

No. Telepon 085283869917 atau E-mail  : Gufronsyarif83@gmail.com

Website : www.udagembul.com

Twitter : @udagembul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s