Delivery service

ngbutDua bulan lalu saya diserempet sepeda motor yang dikendarai oleh pria berumur 40 tahunan. Peristiwanya terjadi sore hari saat saya berjalan kaki disebuah komplek perumahan. Saya tak mengalami masalah serius, tapi si pengendara terjatuh dan empat buah galon air kemasan yang dibawanya berhamburan, bahkan satu diantaranya menggelinding sampai sekitar 50 meter dari tempat kejadian.

Kemarin, dalam perjalanan ke Bandara soekarno Hatta dari terminal Rawamangun, Jakarta Timur, insiden serupa kembali saya saksikan. Seorang pengendara sepeda motor bersenggolan dengan pengendara lain yang ternyata adalah petugas delivery dari sebuah restoran capat saji. Sopir bus yang saya tumpangi ngerem mendadak karena hampir saja menabrak sang petugas delivery.

Bukan kali ini saja saya pribadi melihat dengan mata telanjang, perilaku petugas pengantaran barang, entah itu dari restoran cepat saji, usaha jasa air mineral isi ulang atau jasa delivery lain yang ugal – ugalan ketika sedang bertugas.

Peristiwa yang saya saksikan dari atasa bus kemarin, membuat saya teringat kembali dengan perbincangan singkat dengan pengantar galon dua bulan lalu yang sempat hampir membuat saya celaka. “maaf mas, saya buru – buru, diminta cepat – cepat ama bos”.

Saya teringat pula denga iklan tv sebuah produk fast food yang menjanjikan order makanan sampai seketika sesaat setelah si pemesan menelpon perusahaan penyedia makanan capat saji. Untuk konsumen, kesigapan jasa pengantaran tersebut tentu menjadi harapan, sebagaimana penyedia layanan memberi janji pada iklannya.

Usaha jasa kecil – kecilan seperti isi ulang air mineral,  tentu juga menjanjikan kecepatan dan jaminan tepat waktu bagi pengorder. Kompetisi usaha menjadi keniscayaan dan membuat kecepatan dan satisfaction konsumen menjadi garansi jika ingin meraup banyak pelanggan.

Dengan garansi tepat waktu dan jaminan kepuasan konsumen itulah, ( mungkin ) pemilik usaha harus memberi soft pressure ( atau hard pressure ) kepada SDM deliverynya untuk malakukan seribu satu macam cara menunaikan misi perusahaan. Ngebut di jalan, mungkin salah satu cara.

Saat ini, ada banyak penyedia produk dan jasa yang memberikan layanan plus delivery service. Mulai dari restoran cepat saji, jasa laundry, catering, perusahaan jasa pengiriman ( ekpedisi ), toko kue sampai yang paling familiar, air mineral isi ulang dan gas elpiji.

Lalu ketika kita sebagai konsumen tersenyum senang karena order tiba dalam waktu singkat. Penyedia jasa ( pengusaha ) juga terpuaskan dengan kinerja SDM nya. Ada orang – orang dibalik itu yang ternyata mempertaruhkan nyawa, yang ketika bekerja, seperti berada tiga centimeter dari kematian.

Sedikit nasib sial menimpa, maka orang – orang tercinta yang sedang menantinya dirumah, harus bersiap kehilangan sosok, yang menjadi tumpuan hidup dan masa depan. Mereka adalah anak – anak dan istri, seperti kita memiliki anggota keluarga yang selalu setia menunggu dan mehnyambut kita dengan senyum mereka.

4 thoughts on “Delivery service

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s