Malaysia ( lagi )

Indonesia ( lagi – lagi ) gagal merengkuh gelar juara piala AFF. Pasukan garuda takluk dari musuh bebuyutannya, Malaysia, pada laga terakhir penyisihan group B, Piala AFF 2012. Penyesalan mendalam tentu ada di dada tiap – tiap pemain, official tim dan kita yang masih setia mendukung tim nasional.

Tapi bukan kekalahan Bambang Pamungkas dan kawan – kawan yang menjadi cerita pasca big match bertitel derby Malaya itu. Toh sudah banyak yang memperkirakan kesulitan menghalau laju Malaysia yang tampil dengan formasi komplit, sementara Indonesia turun dengan kekuatan pas – pasan jika tidak boleh disebut seadanya. Belum lagi fakta bahwa skuat merah putih selalu kerepotan jika bertemu Harimau Malaya di Bukit Jalil, stadion kebanggaan masyarakat Malaysia ( Indonesia terakhir menang dikandang Malaysia pada piala AFF 2004 ).

Yang menjadi perbincangan justru video suporter Malaysia yang dianggap menghina Indonesia dengan kata – kata “Indonesia a****g”. Tak urung, pakar telematika dan legislator Roy Suryo harus turun tangan untuk meneliti kebenaran video berdurasi dua menitan tersebut. Pakar hubungan Internasional Hikmahanto Juwana juga angkat bicara soal kemungkinan gangguan hubungan diplomatik pasca beredarnya video itu di you tube.

Mungkin akan  lain cerita jika yang mengucapkan kata – kata itu adalah suporter Singapura atau Thailand misalnya. Gaungnya mungkin akan tak seramai seperti saat ini. Cerita panjang hubungan Indonesia Malaysialah yang membuat persoalan video itu menjadi isu besar. Kita sudah sangat sering mendapat perlakuan kurang simpatik dari negeri tetangga itu. Mulai dari perebutan wilayah, pencaplokan kekayaan budaya hingga insiden penganiayaan TKI.  Tidak salah jika rasa nasionalisme kita spontan bergelora jika isunya berkaitan dengan Malaysia.

Semua kita tersentak karena harga diri kita dan bangsa besar ini seperti tercabik – cabik. Tapi coba sesekali anda menilik perilaku suporter kita saat sedang manyaksikan tim kebanggan mereka berlaga. Sebagai pendukung PSM Makassar yang berdomisili di Bandung, terlalu sering telinga saya memerah akibat kata a****g seperti yang diucapkan suporter Malaysia. Kata – kata Makassar tai, anak sun**la dan berbagai macam umpatan khas Makassar yang entah kenapa bisa diucapkan oleh mereka yang tinggal jauh di ujung barat pulau Jawa.

Tapi anda yang bedarah Makassar, tak perlu terlampau emosi. Untuk yang terbiasa dengan atmosfir stadion sepakbola di Indonesia, umpatan, cacian,  olok – olok dan semacamnya adalah hal yang jamak. Di Stadion Andi Mattalatta, kata – kata fu*k you, wasit anj**g, papua hitam dan semacamnya, sangat sering terdengar, terutama di tribun timur yang kerap diassosiasikan sebagai penonton dari kelas menengah ke bawah ( karena tiketnya paling murah )

Sepakbola adalah olah raga universal yang menembus batasan kasta dan negara. Pendukung Arsenal dan Manchester United bisa saling caci dengan kata – kata kotor di dunia maya meskipun sebenarnya mereka sama – sama bertanahair Indonesia. Tapi fanatisme timlah yang membuat mereka saling berhadap – hadapan. Untuk persoalan video suporter Malaysia memang menjadi lain karena ada bumbu bernama pencaplokan wilayah, isu TKI dan klaim budaya yang menjadi “penyedap”.

Saya tak bermaksud membenarkan perilaku ekstrim pendukung Malaysia. Tapi jika kita sedikit menghilangkan sekat politik, psikologis dan olah raga kulit bundar itu, maka persoalannya akan menjadi wajar. Setidaknya jika standar kita adalah perilaku umum suporter Indonesia di pinggir lapangan hijau.

Jika bisa sedikit menghubungkannya dengan agama, Nabi Muhammad SAW selalu mendoaakan orang – orang yang menghinanya agar diberi pengampunan dan hidayah. Dan kalau bisa sedikit filosofis, dengan kejadian ini, sejatinya kita mengalahkan Malaysia dari satu sisi. Gawang Wahyu Tri Nugroho bisa saja bobol dua kali, tapi suporter kita masih jauh lebih elegan dari suporter Malaysia yang sama sekali tak memiliki etika, meski batasan etis tidak etis terlampau bias jika sudah bicara soal dukung mendukung tim sepakbola.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s