Nujuh Bulanan

Kemarin saya baru saja menghadiri acara nujuh bulanan Hendra dan Ayu. Pasangan itu adalah keluarga dari pacar saya. So kesananya itu cuman diajak, gak diundang hehehehe. Acaranya berlangsung di sebuah komplek perumahan di BSD City, Tangerang. Ini pertama kali saya menghadiri ritual nujuh bulanan dan jujur banyak hal baru yang saya ketahui dari prosesi adat tersebut.

Diawal acara, seorang yang bertindak semacam pimpinan dari acara itu, menyampaikan sekilas sejarah dan semangat dari prosesi nujuh bulanan. Selanjutnya beberapa anggota keluarga membacakan ayat – ayat suci Al-Quran lalu dilanjutkan dengan pembacaan do’a oleh anggota keluarga yang di tuakan.

Secara umum, nujuh bulanan adalah acara yang digelar untuk mendoakan kelahiran sang buah hati, agar segalanya berlangsung lancar dan dimudahkan. Sementara sang ibu yang akan melangsungkan persalinan, diberi kekuatan oleh Tuhan YME. Secara umum, nujuhbulanan adalah ritual adat yang dipadukan dengan seremoni pembacaan doa untuk Ibu dan jabang bayi.

Sebagai laki – laki yang Insya Allah akan menjadi Ayah suatu waktu ( chiyeee🙂 ). Ditengah acara saya sempat merenung, betapa pentingnya kita memberi doa terdalam untuk calon anak manusia yang akan dilahirkan ke dunia ini. Bukan hanya sekedar terlahir dengan sehat dan sempurna. Lebih dari itu, Do’a untuk calon khalifah tersebut sangatlah perlu karena dia akan disambut oleh dunia yang tak sepenuhnya ramah untuk tubuh mungilnya.

Anak KecilKita mungkin tertawa menyambut kehadirannya, tanpa kita sadar betapa perjalanan yang akan dilewatinya sangat teramat menyeramkan.  Fase kanak – kanak adalah masa dimana seorang anak manusia dibentuk mental dan kepribadiannya untuk bekal dia hidup dan melewati fase remaja, dewasa lalu menjadi tua. Banyak orang bilang, gambaran orang di masa depan bisa terlihat ketika dia masih kanak – kanak.

Remaja ( pelajar ) adalah pengguna narkoba ke empat terbesar setelah pengangguran, orang kantoran dan pedagang. Fakta itu diperparah dengan data bahwa separuh dari pengidap HIV / Aids penyebabnya adalah pengguna narkoba jarum suntik. Sungguh kita tak ingin buah hati kita kelak terjebak dalam fenomena gunung es tersebut, seperti tidak nampak, tapi jumlahnya sangat luar biasa.

Sebuah study yang dilakukan pada tahun 2010 dan ditulis oleh vivanews.com, menyebutkan bahwa di kota – kota besar di Indonesia 20 persen  remaja putri ( usia 15 – 19 tahun ) mengalami kehamilan dan kelahiran sebelum menikah. Masya Allah, tak ada orang tua yang ingin anaknya ada diantara sekian banyak remaja yang harus kehilangan cita -cita diusia dini, karena harus berkeluarga dimasa dirinya mulai manapaki masa depan

Anda tentu masih ingat juga, bagaimana seorang siswa SMU di Jakarta, meninggal sia – sia, akibat perkelahian antara pelajar yang frekwensinya semakin meningkat akhir – akhir ini. Di jalan raya, data dari Direktorat lalu lintas Polda Metro jaya, remaja adalah penyumbang jumlah korban lakalantas paling dominan. Penyebabnya apa lagi kalau bukan jiwa anak remaja yang masih meledak – ledak sehingga kontrol diri di jalan raya menjadi berkurang.

Nujuh bulanan hanyalah sebagian ikhtiar dan momen memanjatkan doa, demi  membentengi anak dan membantu si buah hati menguatkan mental sedari dia masih berwujud janin, hingga dia kanak – kanak sempai jelang dirinya akan menghadapi hidup yang semakin keras.

Sesuai adat jawa, nujuh bulanan ( mitoni ), dilakukan pada kehamilan pertama. Jika budaya itu bisa direformasi, kenapa kita tak melakukannya di setiap kelahiran saja, jika esensinya adalah do’a, mengapa tak kita doakan saja setiap calon penghuni bumi yang sebentar lagi dilahirkan. Selamat Hendra dan Ayu, semoga anaknya tidak saja sehat, namun juga menjadi pribadi kuat saat dewasa kelak. Amien

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s