Lebaran Reformasi

Ini cerita tentang lebaran kemarin. Saya banyak sekali menerima ucapan hari raya dan permohonan maaf dari teman – teman, keluarga dan kolega saya, termasuk dari Raisa Andriana yang fotonya terpampang ini ( kalau percaya, berarti anda mau aja dikibulin😀 ). Andapun mungkin mengalami apa yang saya alami. Memohon maaf memang menjadi sarana menyempurnakan ibadah puasa kita, demi mencapai tujuan : terlahir kembali menjadi manusia yang fitrah.

Di luar itu, untuk sebagian kita, berkirim ucapan selamat juga menjadi sebuah tradisi. Untuk anda yang lahir di akhir Tahun 70an, pasti masih mengenal kebiasaan berkirim kartu lebaran. Saat booming penggunaan telepon seluler, kitapun semakin dimanjakan ketika lebaran datang. Tinggal ketik ucapan selamat hari raya, lalu dikirim ke seluruh nomer kontak yang ada di handphone kita. Teknologi memang selalu menawarkan kemudahan plus kecepatan. Kita tentu tak harus menunggu ucapan kita diantarkan oleh pegawai pos seperti ketika kartu lebaran menjadi primadona.

Pasca kepunahan kartu lebaran, Blackberry Messanger juga menjadi alat komunikasi mutakhir yang semakin memudahkan kita menjalin silaturahmi. Tinggal buat pesan broadcast, dan dalam hitungan detik, pesan akan tersampaikan ke seluruh contact BBM yang kita miliki. Eits, tapi tunggu dulu ! apakah kita benar – benar bersilaturrahmi ? meski hanya dilakukan melalui media komunimasi jarak jauh, Bukankah silaturrahmi sejatinya melibatkan emosi dari pelakunya ?

Jujur, sejak menggunakan Blackberry. Saya tak pernah benar – benar merasa bersilaturrahmi melalui perangkat komunikasi nan canggih itu, saat lebaran menjelang. Saya bahkan tak pernah benar – benar sadar, kepada siapa saja saya mengirimkan pesan, dan siapa saja yang memberi feed back pada pesan yang saya kirim. untuk pesan yang masuk, kebanyakan malah saya nggak balas.

Abis, mau minta maaf aja harus berpuisi dulu,. ribet bacanya hehehe.. intinya, bukannya merasa bersilaturrahmi, yang ada, pesan – pesan itu seperti datang tanpa makna. karena saya tau betul, si pengirim broadcast juga pasti nggak ingat saya koq ketika mengetik dan mengirimkan ucapan selamat itu. Hampa !

Tanpa bermaksud membangga -banggakan diri, kemarin saya berinisiatif mengirimkan pesan dan menyapa satu persatu teman, keluarga dan kolega, yang menurut saya, harus saya kirimkan ucapan selamat.  saya yakin betul jika setiap hubungan memiliki karakter dan keunikannya masing – masing, mungkin cara menyapa dan berucap selamatpun gak harus saya seragamkan. Dan ajaib ! hampir semua pesan yang saya kirim mendapat respon dari mereka. Beda ketika saya mengirimkan pesan seragam dengan menggunakan fasilitas send all🙂

Seorang teman yang juga mengirimkan pesan dengan langsung menyapa nama saya dan bertanya kabar, langsung saya jawab. Kamipun saling bertukar kabar dan melakukan komunikasi timbal – balik dalam beberapa saat. Mungkin agak ribet, tapi koq saya malah merasa kedekatan itu seperti hadir dalam komunikasi kami, seperti ada makna yang tak bisa saya gambarkan dan hadir seketika !

Dengan komunikasi singkat yang saya coba lakukan, saya jadi tau banyak tentang keadaan teman, sahabat dan rekan rekan saya. tentang mereka yang nggak bisa lebaran bersama orang tua mereka, tentang teman yang ternyata sudah nikah jelang lebaran datang, tentang salah seorang rekan yang diputuskan pacarnya dan merasa galau saat lebaran tiba, sungguh saya merasa dekat dan baru merasa benar – benar bersilaturrahmi.

Saya sama sekali tak meragukan ketulusan dari siapapun yang telah berkirim ucapan salam dan permohonan maaf melalui media dan dengan cara apapun saat lebaran kemarin. Saya hanya ingin sekedar berbagi, betapa kedekatan batin itu bisa di ciptakan dari pilihan cara kita melakukan komunikasi dengan orang lain. dan sekali lagi, ini bukan standar baik atau buruk. ini sekedar pilihan saja !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s