Untuk seorang kawan

Saya menyebutmu kawan, bukan untuk berbasa – basi mengakrabkan diri. Saya memang selalu menganggapmu sebagai seorang teman dekat, seorang sahabat !. Saya tau hatimu mungkin tak sepenuhnya bisa menerima keberadaan saya sebagai seorang teman baik, tak mengapa. Saya sungguh sangat mengerti apa yang sedang kamu rasakan, sangat maklum.

Ini hari baik dan menjadi momentum yang baik pula untuk saling membuka pintu maaf, sekaligus membuka mata hati kita bersama, tentang bagaimana hakikat hidup yang sebenarnya. Sayapun masih terus belajar kawan !

Seperti pernah saya katakan, tak ada maksud meninggalkan luka dan tak pernah pula saya punya tabiat merusak kesucian dan keagungan hubungan dua anak manusia. Sungguh bukan sifat saya. Tapi tentu kamu tau, betapa orang yang kamu cintai berhak untuk bahagia, berhak menantukan jalan yang harus dia pilih, dan dia ingin memilih jalan itu bersamaku.

Saya selalu yakin, dia tidak sedang dimabukkan ketika menentukan pilihan. Sebagai seorang teman, berkali – kali saya mengingatkannya tentang arti sebuah hubungan, tentang bagaimana semestinya menerima kebaikan dan keburukan pasangan sebagai sebuah keniscayaan pada sosok yang kita cintai.

Saya tau, keputusannya akan meninggalkan luka. Sayapun sadar, sedikit atau banyak, saya ada andil di dalamnya. Tapi kamu harus tau pula, sayapun terluka karena jalannya harus seperti ini. Jika ada pilihan yang lebih baik, sayapun akan memilihnya. Tentu kamu pun sadar, bahwa Tuhan selalu punya cara mempertemukan dua anak manusia sekaligus punya cara bagaimana dia harus memisahkannya, jika itu dikehendaki.

Hidup ini selalu menawarkan seribu satu kemungkinan, Jika sebuah pilihan tak menemukan jalan yang semestinya. Diluar sana selalu ada jalan lain yang bisa kita ambil. Saya hanya ingin kita sama – sama berbesar hati menerima apapun kondisi yang ada. Karena kamu harus tau kawan, hanya seseorang yang mampu berbesar hati dan bisa berjiwa besar yang mampu menjadi pencinta yang baik.

Sungguh ini bukan petuah, ini adalah curahan hati saya yang sesungguhnya juga terluka karena membuat seseorang harus merasa kehilangan. Sayapun pernah merasakan itu, dan tidak satu kali saja !. Jadi jangan pernah meragukan empati saya meski mungkin itu tak akan membuat hati kamu berubah untuk tidak membenciku.

Saya tak meminta banyak, Saya hanya ingin ada satu kata yang kamu ucapkan di hari baik ini. Kata MAAF dari hati kamu, untuk saya ! Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin kawan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s