Trio Kursi Roda

Mereka selalu terlihat di pagi hari, tiga orang kakek diatas kursi roda yang sepertinya sedang berjemur menikmati hangat mentari pagi di atas trotoar di dekat sebuah pos ronda. Selalu bertiga dan tanpa mengenakan baju !. Pemandangan itu tersaji hampir setiap hari, saat saya akan menjemput pacar saya di sebuah komplek perumahan di bilangan Cipinang, Jakarta Timur.

Awalnya saya tak terlalu memperhatikan keberadaan tiga orang kakek tersebut. Entah kapan mulainya, belakangan ini, saya selalu sengaja menoleh untuk sejenak menyaksikan mereka bercengkrama, tertawa atau pun sekedar ngobrol. Dua diantara mereka selalu terlihat ceria, bahkan kerap tertawa lebar saat kebetulan saya melintas. Yang satu lagi lebih banyak diam, bahkan sering terlihat menatap kosong. Entah apa yang dipikirkannya.

Menyaksikan ketiga manusia yang sedang dalam usia senja itu, membuat saya penasaran dan mecoba menebak – nebak sendiri, apa yang sedang jadi topik pembicaraan mereka. Kedua orang yang selalu tertawa lebar itu, mungkin telah melewati perjalanan hidup yang penuh warna, dinamis dan penuh cerita – cerita bahagia dan membanggakan yang membuat wajah mereka senantiasa berseri – seri saat mengingatnya. Yang satu lagi mungkin saja sedang dalam penyesalan yang dalam telah melewatkan perjalanan hidup tanpa mampu memberi banyak nilai pada rentang waktu yang telah dilaluinya, Wallahualam. ini murni meraba – raba saja berdasar apa yang saya liat kasat mata. bisa saja persepsi saya tidak benar adanya. Bisa saja kakek yang satu itu emang pendiam.. Kalee🙂

Malam tadi, secara kebetulan saya dan sepupu saya yang tinggal serumah, menemukan foto kami semasa remaja bersama empat orang teman sekampung kami yang lainnya. di foto itu kami terlihat masih sangat lugu, dekil dengan kulit sedikit legam ( sekarang juga gak putih – putih amat sih hehehehe ). Rasanya baru kemarin kami bersama – sama berlarian di pantai dan seperti tak pernah peduli dengan apa yang akan terjadi dihari esok. Sekarang kami semua sudah sama – sama dewasa dengan kehidupan kami masing – masing.

Sejenak saya teringat dengan tiga orang kakek di komplek perumahan tempat pacar saya bermukim itu. Waktu terus berlalu, detik demi detik, menit demi menit, lalu hari berganti. Esok mungkin kami yang ada dalam foto itu akan menggantikan posisi sang kakek ditrotoar dekat pos ronda itu, menikmatii hari – hari dimasa tua dengan bercerita, beromantisme mengenang apa – apa saja yang telah kami lakukandi masa – masa yang telah terlewati.

Diantara kami mungkin ada yang akan selalu tertawa senang setiap kali bercengkrama di pagi hari di bawah siraman mentari pagi yang sejuk. Mungkin ada pula yang hanya akan terdiam menatap hampa, seperti salah seorang kakek yang selalu saya liat dalam beberapa hari terakhir itu. Semua kita akan melewati fase kanak – kanak yang tak pernah mau tau dengan apa yang akan terjadi dihari esok, menjadi remaja, dewasa lalu menjadi tua hingga ajal menjemput

Apakah kita akan tertawa lebar saat kembali bertemu dengan orang – orang yang pernah bersama – sama dengan kita di masa lalu, atau justru lebih banyak terdiam karena tak banyak hal – hal bernilai yang bisa kita ingat dan bicarakan ?

Apa yang kita miliki hari ini adalah apa yang kita kerjakan di masa lalu. Apa yang kita miliki nanti adalah apa yang kita kerjakan hari ini. Selamat bekerja !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s