Pak Kumis

Pak Suraji alias Pak Kumis, Demikian nama tukang ojek yang biasa mengantar saya ke rumah selepas melaksanakan tugas sehari – hari disebuah kantor di bilangan jalan Utan Kayu Jakarta Timur. Pak Suraji ini orangnya Low Profile, suka bercanda dan sedikit cerewet.  Ketika sedang menyetir, hampir disepanjang perjalanan dia mengoceh tentang berbagai hal. Alhasil saya jadi tau banyak tentang keluarga, sikap hidup dan segala sesuatu yang berhubungan dengan laki – laki asal Purbalingga tersebut, meski saya tak pernah bertanya sama sekali.

Pak Suraji adalah sarjana hukum yang harus melawan kerasnya hidup dengan menjadi tukang ojek. Profesi sebagai tukang ojek dilakoninya sore hingga dini hari. Beberapa hari lalu dia bercerita lagi soal usaha parut kelapa yang ditekuninya dari pagi hingga sore hari, termasuk aktifitasnya mengantar istri kepasar sebelum azan subuh berkumandang. Rentetan cerita – cerita pak suraji ini memancing minat saya untuk bertanya “ trus bapak kapan tidurnya?”

Pertanyaan yang hanya empat kata itu ternyata dijawabnya dengan sangat panjang dan lengkap. sampai saya tidak sempat lagi mengajukan pertanyaan kedua hingga kami tiba tepat di depan pintu pagar, rumah tempat saya bermukim di kawasan kalimalang, Pak Kumis gitu lho😀.

Ternyata bapak dua anak ini sangat mudah tertidur kapan dan dimana saja, bahkan dia bisa terlelap diatas sadel motornya ditengah bising suara kendaraan. Saat tiba dirumah yang kadang pada pukul satu satu dua dinihari, dirinya bisa langsung bersitirahat ketika kepalanya menyentuh bantal.’biasanya tidak sampai lima menit, saya langsung ngorok” what  ??. Bahkan menurut pengakuan laki – laki berkumis tersebut ( ya iyalah, masa’ gak berkumis dipanggil Pak Kumis🙂 ), ketika mengantarkan istri ke pasar, dia bisa terlelap pulas di los pasar saat istrinya sibuk mengurusi dagangan.

Saking besarnya energi bercerita laki – laki yang hobby mengenakan jaket kulit tersebut, Kadang dia tidak sadar, dalam ceritanya dia terkesan curhat colongan tentang masalah – masalah hidupnya. Tentang kegamangannya bisa membuat anaknya sukses, dan tentang kegagalannya menjadi pejabat seperti yang diinginkan oleh ayahnya di Jawa Timur sana. Intinya dia merasa kurang beruntung dalam hidup karena kuliahnya yang kemudian dianggapnya sia – sia. Ternyata, Pak Kumis yang saya kenal ceria itu, bisa galau juga. Pak Kumis juga manusia.

Untuk sebuah tugas, kemarin saya baru saja bertemu dengan seorang  pejabat level menengah sebuah kantor kementrian. Setelah kami melangsungkan pembicaraan singkat diruang kerjanya, laki – laki 40 tahunan yang ternyata juga berkumis tersebut mengajak saya ngopi di ruangan lain yang memang tersedia sofa dan beberapa cemilan. Apa dia juga biasa dipanggil Pak Kumis ya ?😀.  Karena tidak lagi membicarakan urusan resmi, Bapak itu akhirnya banyak bercerita hal – hal diluar pekerjaanya, termasuk  soal Dirinya yang mengidap Insomnia dalam beberapa tahun terakhir.

Dokter, pengobatan alternatif sampai mengkonsumsi obat – obatan telah dilakoninya. Tapi Insomnianya gak kunjung sembuh. Tidak sedikit biaya yang telah dikeluarkannya. Malam hari menjadi momok menakutkan baginya, terutama saat menyaksikan anggota keluarganya yang lain tertidur pulas. Mungkin bapak ini perlu mencoba pengobatan di Klinik Tong Fang yang sering muncul di tipi – tipi itu😀😀.

Selesai berbincang dengan bapak pejabat itu, spontan saya teringat dengan Pak Kumis yang apakah masih akan dipanggil Pak Kumis saat dia abis potong kumis. Mungkin dia tidak pernah tau jika “keanehan” yang dimiliki, sejatinya adalah anugerah yang tak terkira. Dimana ada orang seperti pejabat kementrian itu yang mau “membeli” keanehan ala Pak Kumis namun takkan bisa dengan jumlah materi berlimpah sekalipun. Saya hanya berharap semoga kedua orang yang saya temui dalam rentang waktu tak terlalu lama itu, bisa keluar dari “keluhan” hidup mereka masing – masing.

Suatu waktu kita merasa kurang beruntung, tapi Mungkin ada anugerah lain yang diberikan oleh Tuhan tanpa kita pernah sadari. Wallahualam..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s