Gasibu oh Gasibu !

Anda Pernah ke Bandung ? kalo sempat menyambangi Ibu Kota Jawa Barat tersebut, jangan lupa untuk mampir ke Lapangan Gasibu Bandung. Basicly, tidak ada yang terlalu menarik untuk disaksikan disana kecuali kesempatan untuk mengabadikan diri, berfoto di depan Gedung Sate yang memang terletak berdekatan dengan lokasi yang saya maksud. Namun pada hari libur, anda akan menyaksikan pasar kaget, atau pasar tumpah atau apapun namanya, yang mungkin jadi arena jual beli kagetan terbesar di Indonesia, atau bahkan di dunia🙂.

Betapa tidak, Mulai dari produk makanan dan minuman, pakaian, aksesoris, kosmetik, peralatan dapur, perlengkapan rumah, barang – barang antik dan lain – lain, bisa anda dapatkan disana. Pilihannya pun beragam. Bahkan untuk produk pakaian saja, tersedia mulai dari bawah sampai keatas. Kaos kaki, sepatu celana, ikat pinggang, berbagai jenis baju, dasi, syal, kacamata dan topi. Bahkan dari segi “kedalaman”, pakain disana tersedia dari luar sampe kedalam bo, seperti jaket, kemeja, blus, dan bra, upsss.. ( sumpah yang saya sebut terakhir saya hanya melihatnya sekilas :p ).

Saya termasuk orang yang selama berdomisili di Bandung, paling rajin main ke Gasibu tiap minggu pagi, bukan untuk belanja, juga bukan untuk jogging seperti kebanyakan orang. Oh iya, selama pasar tumpah itu eksis di Gasibu, akhirnya orang bisa olahraga sambil belanja atau belanja sambil olah raga. Bedanya apa ya ??. silahkan pikirkan sendiri ! Tapi Buat saya main ke Gasibu yaa, sekedar membunuh waktu dari pada saya tidur pagi dan membuat saya bermimpi ketemu mantan yang sekarang jadi milik orang ( ternyata saya belum bisa move on :p ).

Kadang saya merasa menjadi orang aneh, mengunjungi suatu tempat tanpa tujuan jelas, sama dengan keanehan – keanehan yang kerap saya temui di Gasibu yang jadi lautan manusia setiap hari libur itu. Selama berpetualan gak jelas di salah satu ikon kota Bandung tersebut, ada beberapa aktivitas dan pribadi – pribadi kuramg lazim yang saya temui disana dan bisa jadi jarang atau bahkan tidak banyak orang yang mau atau memilih melakoninya.

Yang pertama, Penjual Amplop. Dia adalah seorang bapak tua dengan usia sekitar 70 Tahunan dan mejajakan dagangannya dekat pintu masuk dari arah Jalan Dipatiukur. Yang dijual adalah amplop – amplop berukuran kecil yang dulu mungkin kita kerap pakai berkirim surat, seingat saya mereknya Air Mail dengan corak garis – garis biru dan merah di pinggirnya. Ada juga yang polos dengan ukuran yang lebih besar. Aneh aja, di zaman teknologi serba canggih dan mutakhir ini dimana komunikasi berlangsung hanya dalam hitungan detik, bapak itu masih saja setia berjualan benda yang mungkin sudah masuk kategori kuno itu. salut !!

Yang kedua adalah Pengamen dengan trik lipsinc, Nyanyinya pake mike juga, bedanya suaranya muncul dari penyanyi asli plus iringan music yang diputar dari Mp3 player yang dibawanya. Pelakunya adalah seorang waria. Udah kebayang dong gimana gaya weyce menyengnyong sambil bergoyang hot yang malah ngalahin goyangan penyanyi aslinya.😀.

Berikutnya adalah penjual lintah. Ya lintah yang kerap kita temui di lumpur atau persawahan dijual juga di Gasibu. Kadang saya mikir, kok ini orang sempat – sempatnya gitu ya jual lintah dikerumunan orang yang berseliwerang gak jelas itu. Tapi berikutnya saya berpikir lagi, gak ada salahnya sih, mungkin yang beli bakal dipake buat mancing atau buat makanan ikan diakuarium.

Kalo yang satu ini saya gak tau namanya apa. Jadi kalau anda ke Gasibu, jangan kaget kalau tiba – tiba ada yang mendekati anda lalu mendoakan anda selamat dunia akhirat, murah rezeki, sehat dan umur panjang. Lalu setelah itu, sang juru do’a,..  ( Ya mungkin nama yang cocok Juru Doa ) itu akan meminta imbalan ke anda, hallahh,. Ada ada aja. Saya mau aja sih bayar mahal kalau do’a buat cari jodohnya manjur pak *curcol.

Si bapak tua, Sang waria dan mereka yang menurut saya aneh itu, mungkin tau dengan ketidak laziman mereka. Tapi hidup ini sepertinya memang semakin keras. Kita bisa memilih bersikap pragmatis, tapi kita juga bisa memilih untuk fight. Mereka selalu terlihat setiap hari minggu di Gasibu, menjalani aktivitas yang mereka pilih. Mereka bertahan !, mereka adalah pribadi yang memiliki totalitas dan loyalitas tinggi, terlepas dari situasi kesulitan untuk menemukan pilihan lain. Itu mungkin lebih baik, daripada kita mengerjakan banyak hal, tapi sejatinya kita tidak sedang melakukan apa – apa, karena apa yang kita kerjakan sama sekali tak memiliki nilai di mata Tuhan. Wallahualam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s