Aghnia Nabila

agnia nabilaTanpa bermaksud sombong, saya harus katakan bahwa selama menjadi jurnalis, sudah ratusan orang yang pernah saya wawancarai, baik interview langsung ( face to face ) atau via phone. Dalam rentang waktu itu pula, sudah berbagai macam karakter pribadi yang saya temui dalam kapasitas hubungan antara narasumber dan pewawancara.

Saya pernah wawancara dengan menteri, artis, PSK, pejabat, penjahat sampe penjahit😀. Tapi pertemuan saya beberapa hari lalu dengan salah seorang calon narasumber di Majalah tempat saya jadi kontributor, sungguh meninggalkan kesan yang dalam. Dalam sekalii, sampe saya takut tenggelam dan larut. :p. Garam kelee..

Semuanya berawal ketika tanpa sengaja saya menemukan akun facebook bernama L’RISOLES saat sedang browsing di internet.  Sebuah akun yang ternyata digunakan sebagai sarana bisnis online, tepatnya jualan risoles dengan berbagai varian rasa vie internet. Di akun itu, terpasang pula foto – foto sang pemilik usaha bersama beberapa artisi ibu kota seperti Rafi Ahmad, Tina Toon dan pasangan super mesra Anang – Ashanty.

Tentu bukan tanpa alasan jika para selebritis itu terpampang sambil menikmati risoles buatan sang pemilik usaha L’risoles itu. Berhubung conten majalah saya adalah bisnis dan Enterpreneurship, maka tergelitiklah sense saya sebagai jurnalis handal dan perpengalaman ( asli pengakuan sendiri🙂 ), untuk meliput usaha milik seorang perempuan muda bernama Aghnia Nabila tersebut.

Segalanya tak berjalan mudah. Pesan di inbox facebook Aghnia Nabila tak pernah digubris meski saya sudah meminta waktu untuk wawancara, dengan sangat sopan sedikit menghiba. beruntunglah di facebook itu ada nomer hotline untuk pemesanan produk. Jadilah saya menghubungi nomer itu dengan susah payah ( karena beda operator😀 ). Sayapun tak bisa langsung bicara dengan mahasiswa semester enam itu. Butuh waktu sekitar tiga hari untuk bisa mendapatkan kepastian saya bisa bertemu dengan enterpreneur muda yang biasa di panggil Nabila itu. Itupun dengan dimediasi oleh ibunya. Sok sibuk benner si Aghnia ini, pikirku waktu itu sedikit kesal.

Maka tibalah saat dimana saya bisa bertemu dengan Aghnia Nabila pada event Reuni Akbar IKA Universitas Padjajaran Bandung. Kebetulan booth L’risoles bakal hadir disana. Bayangan saya ketika akan bertemu Aghnia Nabila adalah saya akan wawancara dengan perempuan muda yang sehari – hari nongkrong bersama teman – temannya di cafe yang lagi happening. Sekali dalam seminggu dia akan menyambangi salon atau spa untuk merawat setiap inchi tubuh dan kulitnya. Persepsi parsial ini muncul tatkala melihat foto – foto perempuan sukses ini didunia maya.

Saya membayangkan Nabila adalah gadis manja yang mungkin “hanya” menjalankan bisnis keluarganya atau paling nggak dia “sekedar” menghitung duit hasil usahanya yang dikerjakan oleh karyawan – karyawannya. Mungkin saya terpengaruh ( baca : terbius ) oleh wajah ayu perempuan itu di facebook yang kemudian membentuk persepsi sepihak dibenak saya. Bisa pula karena saya masih menyimpan kekesalan karena harus menunggu beberapa hari untuk melakukan interview.

Don’t judge a book by it’s cover. Dugaan – dugaan saya terbantahkan ketika tiba di booth risoles yang didesain dengan warna yang cozy, pink dan ungu. Menemukan seorang perempuan dengan peluh yang menetes di dahi dan pipinya, rambutnya sedikit berantakan dan sisa – sisa bahan pembuatan risoles yang aku gak tau apa, masih menempel di baju yang dipakainya. Saya sedikit ragu untuk menyapa jika tak segera melihat wajahnya yang sudah saya kenal dari akun facebook miliknya. “mari mas adi, maaf dari kemarin sibuk banget, semuanya aku kerjain sendiri, duduk, duduk ” katanya ramah dengan senyum manis sambil menyodorkan kursi. Dalam sekejap bayangan skeptis saya tentang Nabila langsung sirna.

Lalu layaknya seorang pewawancara dan narasumber, kamipun ngobrol santai sambil dirinya sesekali mengontrol risoles yang sedang ada di atasa penggorengan, melayani pembeli dan menata risoles yang ada di dalam kotak kaca. Tak lupa Nabila menyuguhi saya salah satu varian risoles miliknya. mhmmmmm maknyuss. gumamku sambil bergaya seperti pak bondan ( yang ini boongan hihihihii ). Jujur saya kagum dengan perempuan muda itu, usianya masih 21 tahun,  di usia itu dia sudah mampu mandiri, cantik, dan mungkin jarang ada perempuan muda sepertinya yang mau berpeluh keringat didepan kompor sementara dirinya sendiri adalah anak orang berada. Di usianya yang muda, dia sedang mengukir masa depannya yang cerah.

Sedetik kemudian saya seperti ditampar, saya sepertinya telah banyak melewatkan waktu dan tidak melakukan sesuatu yang sebenarnya bisa saya lakukan. Saya tidak tau persis apa – apa saja yang telah saya lewatkan, tapi sejatinya banyak yang bisa saya perbuat untuk menjadi lebih baik lagi. Semoga belum terlambat. Jadi teringat dengan sebuah kata bijak “Jangan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu, karena waktu tidak akan pernah tepat bagi mereka yg menunggu”.Thank’s and Good Luck Nabila !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s