Malam Biru

Untuk keperluan bertemua dengan seseorang, semalam saya berada di sebuah hotel di makassar. Sambil nungguin teman saya itu, nongkronglah saya di loby sambil baca koran nasional, lebih tepatnya Kolom OPINI dengan judul tulisan “Masa Depan Demokrasi Indonesia”. hanya sempat membaca paragraf awal dari tulisan itu, sebelum kemudian saya membuka halaman berikutnya. Boro – boro mikirin bangsa. ngurus masa depan sendiri saja susahūüôā ).

Sesaat setelah menutup lembaran koran tersebut, seorang perempuan dengan tinggi ada kali 170 cm menghampiri. Kulitnya putih, rambutnya lurus, alisnya lentik ( alis apa bulu mata sih yang lentik ? xixixixi ). Pokoknya potongannya udah kaya Caterine Wilson deh. Gak salah karena belakangan saya tau kalau dia seorang model. Tapi kenapa ya tiba Рtiba tuh cewek nyamperin saya ?. Ada dua kemungkinan, bisa jadi saya tampak seperti om Рom dengan tampang mupeng atau mungkin malam itu saya kelihatan sangat manis, low profile lalu  bisa diajak ngobrol sembari melewatkan waktu. ( Semoga dugaan kedua saya benar Ya Allah, Amienn ).

Tidak banyak yang saya bicarakan dengan perempuan bernama Dea itu. Gara – garanya, seorang laki – laki berkulit bersih berambut pirang dan memiliki pembawaan seperti Olga Syahputra yang ternayata rekan Dea, tiba – tiba nongol dan ikut nimbrung. Sayapun sudah tak nafsu ¬†ikut dengan pembicaraan mereka dan lebih memilih ( pura – pura ) baca koran sambil sesekali mendengar mereka bergosip sembari cekikian ( yaa, yang cowok juga cekikikan ). Dari nguping sembunyi – sembunyi itulah ketahuan Profesi ganda sang Caterin Wilson KW 2 tersebut dan rencana kedua makhluk itu bertemu dengan seorang “klien” jam 2 dinihari nanti.

Kedatangan teman saya, sekaligus menjadi perpisahan  dengan Dea dan Olga Syahputra. Beberapa saat urusan selesai ! akhirnya saya pulang kerumah dengan kantuk tak tertahankan. Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak. Ditengah jalan,bensin motor saya habis. SPBU masih jauh dan hampir pasti tak ada penjual bensin eceran yang buka di jam lewat tengah malam seperti itu. Jadilah saya mendorong motor selama beberapa kilometer. Sungguh,.. jika malam tadi ada yang minta saya memilih antara Selembar jersey keseblasan Arsenal yang sudah lama saya damba Рdambakan dan setengah liter bensin, maka saya akan megambil pilihan kedua. Dalam hidup, sepertinya memang kita tak perlu memiliki banyak, tapi cukup mempunyai apa yang kita butuhkan.

Tuhan ada di mana – mana. tiba – tiba seorang laki – laki berusia sekitar 20 Tahunan menghampiri dan menwarkan bantuan untuk menderek motor saya menggunakan motornya dengan taktik tumpuan kaki lewat knalpot. Dalam perjalanan sayapun ngobrol. Ternyata Laki – laki bernama Burhan itu adalah mahasiswa semster empat sebuah perguruan tinggi yang nyambi jadi tukang ojek saat malam hingga dini hari. Salut ! hanya itu yang bisa saya ucapkan dalam hati. Kagum dengan kegigihannya menempuh perkuliahan dengan kondisi yang tidak cukup ideal dan kagum dengan kemurahan hatinya menawari saya pertolongan menuju SPBU terdekat. Padahal sudah puluhan orang yang melewati saya selama mendorong motor tersebut.

Pertolongan Si Burhan yang asal Nusa Tenggara Barat itu membuat saya bisa sampai ke rumah lebih cepat dari perkiraan saya sebelumnya. Menyesal rasanya tidak bisa berinteraksi lebih lama dengannya. Tapi apapun itu, saya bersyukur Tuhan YME memberikan pertolongannya melalui makhluk ciptaannya yang sama sekali saya nggak kenal.  Saya gak tau, apakah saya masih akan dipertemukan dengan anak perantauan dengan Fighting Spirit yang luar biasa itu.

Hidup itu adalah pilihan, dan cara menjalani hidup juga adalah pilihan. Terkadang kita diperhadapkan pada banyak opsi, tapi tak banyak yang bisa memilih dengan tepat. Dengan segala potensi diri dan kelebihan lahiriah yang dimilikinya, Dea bisa jadi punya banyak cara untuk mencapai tujuan hidupnya. Tapi bagi orang seperti Burhan, untuk bertahan dalam kerasnya hidup,  mungkin dia tak punya banyak alternatif selain banting tulang dimalam hari.  Melawan dinginnya angin malam, saat kebanyakan dari kita sedang terlelap atau bahkan terbuai mimpi Рmimpi indah kita dibawah selimut tebal nan hangat. Good Luck brother !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s