Tanpa Pacar Delapan Ponakan :D

Nama : Dian, Usia : 3,5 Tahun, Cita - cita : pengen jadi penyiar kaya' omnya

Suatu waktu saya pernah memasang foto ponakan saya yang baru berusia 3 tahun di Display BBM. Beberapa saat kemudian blackberry messenger berhamburan masuk ke handphone saya, ada yang minta fotonya, ada juga yang sekedar muji, katanya imut, lucu dan menggemaskan ( siapa dulu dong omnya ? )🙂.  Tentu saja saya bersyukur banyak yang bilang ponakan saya cantik. Tapi saya sendiri sebenanya bukanlah pribadi yang terlalu interest berinteraksi sama anak – anak, meskipun mereka sangat imut dan lucu. Gak taulah, mungkin karena saya bungsu dan tak pernah punya adik atau bisa jadi karena memang pembawaan saya sudah ditakdirkan seperti itu, entahlah.

Setiap kali berkunjung ke rumah sodara, sangat jarang saya mengajak mereka untuk sekedar ngobrol, becanda atau menggendong mereka kalau misalnya masih bayi. Bahkan seorang ponakan pernah nangis sesenggukan gara – gara saya menampik ketika dia meminta saya mengerjakan PR nya,. alhasil saya jadi bulan – bulanan ibunya, diomelin setengah hari.😀😀. Kalau ponakan – ponakan kecil saya nelpon, saya suka nggak ngangkat, karena pasti yang diceritakan adalah teman – teman di sekolahnya yang pipis sembarangan atau teman dikelasnya dihukum sama guru gara – gara gak bisa baca iqra. ( Coba yang diceritain gurunya yang wajahnya ayuu :p )

Buat saya, anak – anak itu ribet kaya perempuan. Maunya macam – macam dan susah ditebak. Kalo diantar beli mainan milihnya suka plin – plan. Nunjuk sana tunjuk sini, ujung – ujungnya malah gak jadi beli😦,  seperti juga perempuan, mereka suka merajuk, ujung – ujungnya nangis. Saya sangat mengerti kalau itu adalah sifat bawaan usia kanak – kanak, tapi disitu dia masalahnya, saya paling nggak bisa nenangin orang, gak bisa membujuk dan semacamnya.  Akhirnya saya suka gerah dan gak betah. Mudah – mudahan bukan karena itu saya gak dibetahin sama perempuan🙂. Tapi jauh didasar hati saya, sesungguhnya saya sangat menyayangi mereka, seperti saya menyayangi anggota keluarga saya yang lain. ( Buktinya hampir tidak ada permintaan mereka yang tidak saya kabulkan, kecuali yang mahal – mahal :p ).

Kemarin saya ngajak ponakan yang masih SD nonton film ” Garuda di Dadaku 2″. Bukan karena tiba – tiba saya berubah jadi penyayang anak. Tapi karena dengan ponakan yang satu ini, saya punya banyak kesamaan. Sama – sama maniak bola, sama – sama suka Arsenal dan sama – sama pendukung PSM Makassar. Singkat cerita, jadilah kami duduk berdampingan dalam gedung bioskop dan menyaksikan film karya Rudi Sujarwo itu diputar. Ya namanya juga penggila bola, pastilah kami berdua sangat antusias menyaksikan film itu. Saya senang, ponakan saya pun girang. Tapi yang membuat saya lebih senang adalah mimik berseri – seri dari bocah kelas 5  itu ketika kami keluar dari gedung bioskop. Jujur saya benar – benar bahagia.

Selama ini mungkin saya terlalu egois, menganggap baju baru dan mainan yang saya belikan sudah cukup mewakili rasa sayang seorang om. saya lebih mengutamakan kenyamanan saya dan tak ada niat mengorbankan sedikit rasa nyaman itu untuk kesenangan orang lain, termasuk orang – orang dekat saya, semisal ponakan. Mungkin ini pulalah yang kerap bikin pasangan saya ( dulu ) mencak – mencak dan geleng – geleng kepala, ya mungkin saya egois. Entahlah.. saya hanya berharap bisa lebih mengerti sikap orang lain, karena sesungguhnya saya sadar kita diciptakan unik dan berbeda. Saya ingin lebih bisa memahami sikap plin – plan anak – anak, menjadi pendengar yang baik, mengerti sikap manja dan sejuta pola tingkah mereka yang mungkin akan membuat saya kerepotan menghadapinya. Harus,.. karena suatu waktu saya akan melakukan itu untuk seorang anak berkaki mungil, berambut ikal yang dengan langkah sempoyongan menyambut saya di pintu dengan panggilan “PAPA”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s