Thanks Beckham

Beruntunglah, karena David beckham bersama klubnya LA Galaxy menyambangi Indonesia sebelum melanjutkan perjalanan ke Filipina dan Australia. Setidaknya, kehadiran suami Victoria itu bisa memberi passion  terhadap sepak bola Indonesia yang sementara lesu darah karena kompetisi sepak boalnya sedang kacau balau. Kesuksesan Friendly Match Indonesia Selection dan LA Galaxy sekaligus diyakini akan membuka mata dunia bahwa Indonesia bisa menggelar pertandingan akbar level internasional.

Bukan hanya itu, Pemilik tendangan pisang itu diharapkan memberi spirit dan teladan kepada para pemain kita, terutama pemain muda bahwa menjadi maha bintang seperti halnya pesepakbola dengan nama asli David Robert Joseph Beckham itu, tidak diraih dengan jalan pintas. Sebelum menjadi super star seperti sekarang, Pemain yang banyak digilai kaum hawa tersebut telah melalui lika liku menjadi pesepakbola. Sempat singgah di skuad muda Brimsdown Rovers, Beckham akhirnya menandatangi kontrak pelatihan ‘Youth Trainning Scheme’ di akademi Manchester United, saat menginjak 14 tahun tepatnya 8 Juli 1991. Pada Mei 1992, ia menjadi bagian skuad pemain muda yang turut mengantarkan kemenangan MU atas Crystal Palace di final FA Youth Cup, dengan torehan golnya di leg kedua. Pria kelahiran 1975 ini  pernah dipinjamkan ke Klub Divisi II Inggris, Preston North untuk menambah jam terbangnya sebagai skuat utama.

Semasa remaja Beckham adalah seorang maniak sepak bola. Ketika sudah menjadi pesepakbola professionalpun, dirinya tak segan – segan  menambah jadwal latihan saat pemain lain sedang beristirahat. Dalam sehari, bisa lebih dari empat jam ia mengasah kemampuannya secara mandiri. Hasil dari ketekunan seorang Beckham tentu sudah kerap anda saksikan setiap dia berlaga. Pemain dengan spesialisasi tendangan bebas dan pengumpan ini, selalu memberi kontribusi maksimal ketika bermain untuk klub dan juga Tim Nasional inggris. Pun, ketika LA Galaxy yang dibelanya bertanding melawan Indonesia Selection, kemampuan seorang Becks masih terlihat lewat passing dan juga umpan – umpannya. Tidak salah jika ayah dari Brooklyn, Romeo, Cruz dan Harper ini disebut – sebut akan menjadi salah satu legenda sepak bola dunia.

Sebagai Negara dengan jumlah penduduk 245 juta jiwa, Indonesia pun tak pernah kehabisan stok pemain – pemain brillian. Mulai dari era Ramang, Rully Nere, Widodo C. Putra, Bambang Pamungkas hingga masa dimana Patrich Wanggai, Titus Bonai dan Andik Vermansyah menjadi idola publik sepak bola Indonesia. Beckham remaja dan seluruh talenta – talenta muda negeri ini, memiliki semangat, gairah dan bakat yang sama pada olah raga terpopuler sejagad itu. Yang membedakan antara Beckham dan Andik Vermansyah karena mereka dilahirkan di Negara yang berbeda. Beckham terlahir di kota Leytonstone, London, Inggris. Bangsa yang mengklaim diri sebagai nenek moyang olah raga sepak bola dengan kompetisi bermutu dan dikelola secara profesional. Sementara  Andik Vermansyah, Tibo, dan Patrich Wanggai kurang beruntung karena diperhadapkan pada iklim kompetisi yang tidak kondusif untuk melahirkan seorang pemain bintang kelas dunia. Bakat dan spirit mereka menjadi tersia – siakan karena penyelenggaraan liga yang carut – marut, penuh konflik bahkan kadang bernuansa politis.

Semestinya seluruh insan sepak bola indonesia berkaca dari seorang David Beckham. Bahwa mengurus sepak bola itu dibutuhkan ketekunan, Keikhlasan dan profesionalisme, Tau bahwa hanya kompetisi sehat yang bisa melahirkan bintang – bintang sepak bola dan akan bermuara pada Tim Nasional yang kuat dan bisa diperhitungkan. Bukan kompetisi yang terbagi dua karena kepala pemangku kepentingan negeri ini sudah dipenuhi oleh syahwat kekuasaan. Nafsu yang kemudian membuat mereka bisa menghalalakan segara cara termasuk memanfaatkan sepakbola demi hegemoni politik.

Yaa.. sejatinya kita bisa memetik pelajaran dari kebesaran hati  seorang mega bintang, David Beckham yang dengan tulus meminta maaf pada Andik Vermansyah usai melakukan tekel keras. Semua orang bisa melakukan kesalahan, namun hanya pribadi dengan jiwa besar yang mau dan mampu meminta maaf. Para pemegang otoritas persepakbolaan kita juga harusnya berbesar hati untuk meyelamatkan kompetisi kita. Melupakan ego demi  masa depan sepak bola Indonesia. Jika tidak, maka kedatangan Beckham hanya akan menjadi hiburan sesaat. Dan yang lebih beruntung tentu saja hanya Andik Vermansyah dengan selembar kaos asli sang super star, Syahrini dengan tandatangan asli plus kesempatan mencium mantan pemain MU dan Real Madrid itu, Plus presenter TV yang bisa menikmati lekuk tubuh lelaki flamboyan itu dari dekat ketika Andik dan Beckham bertukar kaos.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s