Tentang Plastik

Saya dibilang aneh !. Tapi gak apa – apalah, selama yang saya lakukan adalah hal yang saya yakini baik dan tidak merugikan orang lain, saya gak merasa perlu berdebat ?. Btw.. Apa sih ukuran normal itu sebenarnya ? apakah sesuatu yang menjadi kebiasaan umum  dianggap sebagai hal yang normal meskipun mungkin tidak bisa dibenarkan dalam artian kebenaran yang hakiki ( nah tuh kan, bahasa saya jadi berat😀 )

Pagi tadi saat beli obat di sebuah mini market, Kasirnya yang seorang perempuan muda dengan tai lalat di pipi ( sempat gitu ya diperhatiin🙂 ) bersikeras menggunakan kantongan plastik meskipun sudah saya tolak. Sang perempuan muda seketika menunjukkan ekspresi masem dan ucapan “aneh” ketika saya berlalu. Mungkin standar pelayanan di tempat itu memang begitu adanya. Tapi bukankah standar baik sebuah public service adalah kenyamanan konsumen ?. lalu kalau saya lebih nyaman tanpa kantongan, masalah buat lo ? he..he..

Kasir dan pengelola mini market itu mungkin tak pernah tau, dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat teruraipun, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi. ( ngutip di google😀 )

Suer, bukan mau menyombongkan kebiasaan saya, tapi jika segelintir orang yang mau berbuat baik untuk bumi ini dan kemaslahatan umat manusia dianggap sebagai sosok aneh, itu yang gak bisa diterima oleh akal sehat saya. Sekali waktu ketika berada di bus bersama sebuah rombongan dan bermaksud memasukkan sampah rambutan kedalam tas, spontan teman duduk saya berujar “ah kamu kaya aktivis lingkungan saja”. Di suatu waktu ketika  datang on time pada sebuah acara, saya disebut kebarat – baratan. Saya tau teman saya bercanda, tapi tetap aja kan dia nganggap saya aneh😦

Mungkin Dunia ini memang sudah edan seperti kata ustadz – ustadz dan para filsuf. Kalo usia remaja belum punya pasangan dan gak pernah kissing dianggap norak, Kalo cowok gak ngerokok dianggap gak cool. Bahkan dikalangan kelompok pergaulan tertentu, kalau masih virgin suka dianggap gak gaul, kuno. Masya Allah !. Kenapa orang baik dan mereka yang berusaha baik justru terasingkan, menjadi kaum kelas dua ?, kalo begitu saya setuju kalau dunia ini sudah edan ! Dunia ini semakin aneh. Banyak orang yang berjalan di jalur yang benar dianggap aneh, sebaliknya, hal – hal yang tidak pantas dinilai sebagai sesuatu yang lumrah. Mungkin nanti kita akan terheran – heran kalau ada anak muda datang ke mesjid ke gereja dan tempat-tempat ibadah. Bisa jadi!

Berbuat dan menyampaikan kebenaran memang tidak mudah. Rasulullah pun pernah mengalami masa – masa sulit saat menyampaikan ajaran islam sebagai sebuah kebenaran. Pun mereka yang memilih menjadi unik, tentu merasakannya. Buat saya, orang – orang seperti mereka sebenarnya tidaklah aneh, mereka justru pribadi – pribadi istimewa, individu – individu yang terlahir limited edition. Mereka pantas menjadi trend setter dan bukan pribadi lemah yang hanya bisa jadi follower. Sekarang anda mau jadi orang istimewa atau orang biasa saja yang ikut kebiasaan – kebiasaan umum meski tak dapat dibenarkan?.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s