R.I.P Super Sic

Saya bukan penggemar Moto GP, tapi saya juga tidak bisa dikatakan anti dengan olah raga yang bisa memacu adrenalin tersebut. Dibeberapa kesempatan saya suka ikut nonton meski tidak seantusias ketika menyaksikan pertandingan sepak bola yang menjadi olah raga favorit saya. Satu hal yang membuat saya kerap bersemangat menantikan tayangan moto GP di Trans 7 adalah menyaksikan Lucy Wiryono membawakan acara bersama Matteo yang menjadi komentator tetap. Ya, saya suka gaya Lucy Wiryono mengawal acara itu. Lucy menjadi satu diantara sekian presenter olah raga yang benar – benar memiliki Passion terhadap acara yang dibawakannya. Dan satu lagi, perempuan bicara olah raga apalagi olah raga ekstrim seperti otomotif dan sepakbola, menurut saya sungguh – sungguh sangat sexy !😀

Pun ketika kecelakaan tragis menimpa Marco Simoncelli di sirkuit Sepang Malaysia, saya tidak sedang berada di depan layar televisi. Kabar kematian pembalap asal Italia itu saya ketahui melalui Display BBM beberap teman. Ketika membuka twitter dan facebook, berita peristiwa memilukan yang menimpa Super Sic sudah tersebar didunia maya dengan berbagai komentar dan tanggapan dari facebbokers dan tweeps. Saya pun tidak ketinggalan menuliskan kalimat Rest In Peace Super Sic di display BBM.

Saya tidak tau banyak profile Simoncelli selain karakternya yang agresif dan kadang dikeluhkan oleh pembalap lain. Beberapa rider yang cukup saya kenal adalah Valentino Rossi, Jorge Lorenzo dan Casey Stoner. Itupun karena mereka kerap wara wiri menjadi bintang iklan sebuah brand di layar kaca. Tapi kabar kematian si kribo itu tetap membuat saya terbawa perasaan dalam beberapa saat. Perasaan melankolis yang kemudian justru terganggu oleh ulah sebagain teman – teman saya di dunia maya yang sama sekali tidak memiliki empati terhadap sebuah kemalangan. Hanya beberapa waktu setelah pembalap italia itu dinyatakan meninggal, di sebuah Group BBM, seorang teman mengirimkan gambar yang mengilustrasikan kecelakaan itu seperti sebuah topeng monyet plus motor tunggangan yang tergeletak. Adapula yang men tag foto Simonceli yang telah di croping lalu di sambungkan dengan wajah seorang pelawak indonesia. di status Facebook pun tak urung muncul postingan yang jauh dari kesan simpatik. Saya tak habis pikir dengan ulah orang – orang tersebut.

Betul,.. mungkin tidak cukup alasan untuk ikut larut dalam kesedihan seperti yang dirasakan keluarganya. terlalu lebay untuk tenggelam dalam duka berkepanjangan seperti yang di alami penggemar dan seluruh anggota Tim Honda Gressini yang selama ini menjadi orang terdekat kekasih Kate Fretti itu. Tapi menanggapi sebuah insiden yang menyebabkan hilangnya nyawa sesorang dengan guyonan, bukanlah perilaku terpuji. Bagaimanapun, kematian Simoncelli adalah kehilangan seorang anak manusia. Makhluk ciptaan Ilahi yang pasti memiliki keluarga, saudara, kekasih dan teman – teman dekat yang merasa sangat terpukul. Sama seperti kita, disuatu waktu, mungkin akan kehilangan seorang teman, saudara bahkan anggota keluarga. Tidakkah kita menyadari siklus alam semesta itu ?.

Kepergian Simoncelli adalah duka dunia olahraga, Duka Dunia dan peradaban. akhir hidupnya adalah ujung perjalanan totalitas anak manusia yang loyal terhadap profesi yang di pilihnya. Dan yakinlah setiap profesi memiliki resikonya masing – masing. Besar atau kecil sekalipun ! Selamat Jalan Super Sic!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s