Akulah Sang Mantan

Mantan pacar saya akan menikah. tapi jangan buru – buru  membayangkan kondisi saya sekarang seperti yang kerap kita saksikan di film – film Indonesia : berada di sebuah bar dengan botol minuman berserakan di atas meja, terduduk lesu dengan  muka lusuh sambil  memegang gelas berisi minuman plus pandagan mata menerawang. Saya tetap menjalani hidup seperti biasa. Bukan karena dia tidak berarti, tapi karena memang semuanya sudah sangat lama sejak dia meninggalkan sebuah ruang yang pernah dia tempati di hati saya.

Kabarnya saya terima lewat BBM seorang teman. Tanpa bermaksud mengenyampingkan arti seseorang dari masa lalu, reaksi saya tidaklah berlebihan, sama saja ketika menerima berita teman – teman saya yang akan mengakhiri masa lajangnya. Saya pun tidak gusar karena merasa kalah dalam perlombaan mendapatkan pasangan setelah kami berpisah. Toh status lajang saya tidak semata karena kekurang mampuan saya mencari pasangan, ini tidak lebih sebuah pilihan saja, memilih sendiri untuk sementara waktu dengan alasan yang cukup bisa diterima akal sehat, minimal oleh diri pribadi saya sendiri.

Undangan pernikahan mantan saya itu belum sampai di tangan. Dan kalau boleh mengira – ngira nih, sepertinya saya tak akan menerima undangan itu. Inilah sebuah  ironi yang mungkin tak akan pernah terjawab sampai kapanpun. Perpisahan yang diputuskan secara bersama dengan pertimbangan yang sangat matang dan dengan janji melupakan kesalahan masing – masing, ternyata meninggalkan sebongkah kebencian yang tak cukup bisa di cairkan dengan kata minal aidin walfaidzin saat idul fitri. Dan kalaupun saya sampai menerima undangan itu, saya tak akan habis pikir akan maksud undangannya. tak ada seorangpun di dunia ini yang meminta doa dari orang yang di bencinya. Sosok yang dihindarinya di segala ruang dan kesempatan, di dunia nyata bahkan didunia maya sekalipun.  Tapi sudahlah, Tuhan maha tau apa yang ada di hati kami masing – masing dan saya pun tak pernah ada niat menjilati masa lalu dengan mengulik perihal kebencian yang masih disimpannya hingga masa dimana hari bahagianya akan tiba.

Seminggu lagi dia akan duduk di pelaminan dan mengikat janji suci sehidup semati, sungguh saya tak ingin melakoni sebuah ending cerita seperti di sekuel film Spiderman, dimana ketika Peter Parker sedang termenung sendiri di dalam kamar, tiba – tiba Mary Jane muncul di depan pintu, mendekati sang jagoan lalu mengabarkan keputusannya membatalkan pernikahan dengan alasan betapa masa lalu mereka sangat berarti untuk mereka tinggalkan. Pun saya tak akan bertindak tolol seperti cerita di sinetron indonesia dengan mendatangi lokasi akad nikah dan berteriak “Tungguuu!” ketika kedua pasangan akan mengucapkan kata “sah”. story seperti itu mungkin tak akan pernah ada di dunia nyata dan hanya bisa kita tonton di sinetron Indosiar, film Spiderman itu sendiri dan film – film bollywood tentu saja. Masa lalu hanya akan menjadi milik masa lalu itu sendiri. Yang kita miliki hanyalah masa sekarang dan masa depan.

Esensi kehadiran pada sebuah undangan pernikahan sejatinya adalah ucapan doa untuk kedua mempelai. Dan doa bisa di panjatkan dimana saja tanpa harus hadir ditempat resepsi. dan jangan khawatir mantanku, doaku tulus, semoga dianugerahi kebahagiaan sepanjang hidup kalian berdua. Pun jika undanganmu tiba, yakinlah saya pasti datang. saya memang habis sakit dan dokter melarang saya makan makanan bersantan, daging, gorengan, makanan pedas dan makanan lezat lainnya. tapi di pestamu nanti ada hidangan pembuka berupa buah dan kue kan ? saya makan yang itu saja yaa yaa,…

Keterangan Gambar : Sumpah yang cowok itu terlalu cakep untuk saya klaim sebagai diri saya, yang perempuan juga bukan mantan saya lho.. ( jadi ngapain ya saya pasang foto ini ?😀 kurangkerjaan.com  )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s