Bukan Skripsi Biasa

Saya gak tau, postingan ini mungkin kelewat drama, tapi diwaktu-waktu tertentu, menumpahkan uneg-uneg itu perlu demi sebuah kenyamanan. Satu lagi, buat yang lagi bergelut dengan skripsi, semoga bisa jadi penyemangat😀

Anda bergelar sarjana ? minimal D3 atau lulusan S1 ? kalau jawabannya iya, anda pernah dong nulis skripsi, laporan penelitian atau apapun nama sebuah karya imiah yang menjadi syarat mutlak seseorang mendapatkan gelar akademik. saya sekarang ini lagi nulis tugas akhir dan ini kali kedua saya menulis karya ilmiah untuk menyelesaikan sebuah prgogram studi.

Untuk keperluan penuliasn itu, minggu lalu saya berkunjung ke sebuah perpustakaan kampus untuk mencari contoh penulisan tugas akhir. Tapi kali ini saya bukan mencari referensi teori, bahan penulisan, petunjuk pembuatan karya ilmiah atau buku – buku untuk melengkapi datar pustaka. Saya sedang mencari contoh tulisan kata pengantar ! Sumpah, bagian yang satu ini sepertinya remeh, tapi ketika saya akan menulisnya, kok jadi seperti sulit ya ? atau lebih tepatnya sengaja saya sulit – sulitkan.

Dari beberapa sample kata pengantar yang sudah saya baca, saya menemukan fakta bahwa tiap – tiap orang ternyata memiliki style sendiri dalam menulis kata pengantar. Ada lho yang separoh kata pengantar skripsinya berbahasa asing. Ada juga yang superalay bak artis pendatang baru yang sedang ngeluarin single perdana. Habis deh tuh teman – temannya dari TK ampe SMA ditulis. Tak berenti sampe disitu, ibu kost tak ketinggalan di bawa – bawa di skripsi, vokalis band, sampe bintang film korea, padahal dikenal saja kagak😀

Yang tak pernah hilang dari sebuah kata pengantar sepertinya ucapan terima kasih untuk orang-orang tersayang. Yang pasti kepada kedua orang tua, saudara dan yang belum berhasil saya tuliskan hingga saya menulis karya ilmiah untuk kedua kalinya ini adalah pasangan. Di bagian ini sebenarnya saya bersiap menuliskan sebuah nama sebelum semuanya menjadi terasa kabur..

Diawal menulis skripsi tersebut, hadir satu sosok yang sempat menjadi spirit luar biasa ketika didepan komputer, saya merangkai kata demi kata, kalimat demi kalimat lalu menjadi sebuah ide dan gagasan akademis bernama skripsi. Hadirnya membuat semua terasa begitu mudah. Saya menemukan diri saya seperti Anak Baru Gede yang sedang dimabuk asmara. Tapi bukankah cinta memang selalu membuat seseorang menjadi kekanak-kanakan ? atau sebaliknya menjadi dewasa sebelum waktunya ?🙂

Dan akhirnya saya harus menerima realitas bahwa semesta selalu punya cerita. Terkadang Tuhan menghadirkan seseorang, menumbuhkan benih-benih simpati, lalu tak berakhir bahagia di ujung cerita. Mungkin kata-kata saya sedikit bertele-tele ? ya, cinta saya ditolak, saat skripsi saya memasuki fase finishing touch !

Kali ini mungkin saya belum ditakdirkan untuk menuliskan sebuah nama dengan mata berbinar di lembaran kata pengantar skripsi saya. Tapi sekali lagi, Tuhan selalu punya cara menunjukkan jalan terbaik untuk anak manusia. Toh seperti kata pujangga, pencapaian terbaik sejatinya ada pada usaha, bukan pada hasil. Dan menyampaikan perasaan kepada orang yang itu adalah bentuk sebuah ikhtiar. Ah, kata-kata ini seperti sebuah upaya menghibur diri deh :p

Apapun itu, Tak ada alasan untuk tidak bangkit, kata pengantar ini harus selesai sebelum ujian tiba. Tidak ada kata kalah dalam sebuah usaha. Yang ada adalah belum beruntung karena selalu ada seribu satu kemungkinan lain setelahnya. Skripsi yang saya tulis mungkin akan menjadi jalan ke masa depan yang lebih baik, masa dimana ketika dasi yang saya pakai harus dirapikan dan ada seorang yang dengan telaten dan tulus melakukannya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s