Kami dan Reuni Kecil itu

Sampai sekarang, Saya tidak pernah terlalu antusias menanggapi acara Reuni yang kerap digagas oleh teman – teman saya. Apakah itu teman SMU atau teman – teman masa kuliah dulu. Mungkin karena tak punya banyak teman dan jarang bergaul, jadinya saya seperti terserang syndrom lonely in the middle of crowd setiap ada rencana ngumpul-ngumpul.  Saya yakin akan merasa seperti orang asing di tengah – tengah mereka. Sementara sejatinya sebuah reuni adalah ajang untuk kangen – kangenan dan bersenang  – senang. Iya kan ?

Tapi entah karena bosan dirumah saat mudik kemarin, entah karena rayuan pulau kelapa seorang teman  yang terkenal Play Boy semasa SMA, atau entah – entah yang lainnya. Disuatu sore yang cerah, bersama empat orang teman lainnya saya sudah berkumpul disebuah cafe di tepi pantai Pulau Selayar untuk sebuah ajang ngumpul – ngumpul yang kami beri nama Reuni Kecil. Lalu mengalirlah cerita – cerita masa SMA yang kadang membuat kami terpingkal, sedikit serius atau bahkan saling terdiam.

Cerita dimulai. Kami tergelak saat menceritakan seorang teman sekolah kami yang dulu kerap berpenampilan dengan Scarft yang diikatkan dikepala serta celana yang dibolongin dibagian lutut layaknya Matt Sorum Personil  Group Guns N Roses. Sekarang dia menjadi personil sebuah Orkes Melayu yang kerap manggung tiap ada pesta kawinan di daerah kami.:D. Tak terbayangkan revolusi penampilan yang dialami teman kami yang satu itu.

Obrolan yang lebih tepat disebut ajang gosip empat laki laki kurang kerjaan itu berlanjut ke cerita seorang teman lagi yang dulu pernah dihukum dengan berjemur selama jam sekolah berlangsung karena iseng menarik ( Maaf ) tali bra teman perempuan kami sampai putus. Saat ini dia sudah menjadi kontraktor dengan proyek – proyek besar kelas kabupaten yang ditanganinya.

Sementara salah seorang teman kami yang dulu pintar dan kerap rangking satu di kelas, justru belum mendapatkan pekerjaan tetap gara – gara terobsesi menjadi wakil rakyat namun tak pernah berhasil tiap di gelar Pilcaleg. Hidup ini memang selalu menawarkan ironi dan paradoksal. Pintar saat sekolah dan kuliah, bukan jaminan bisa sukses dan meraih cita-cita yang diinginkan..Tuhan selalu punya cerita.

Perbincangan semakin seru dan akhirnya sampai juga ke topik paling rawan dan sangat saya hindari, Ngomongin keluarga!. Maklum, saya satu-satunya diantara mereka yang belum menikah. Tapi dengan taktik Defensif  ala Tim sepakbola Italia, saya berhasil lolos dari perbincangan itu dengan membuka topik baru soal penjaga warung ibu kantin yang dulu sering kami godain.

Entah darimana awalnya, tiba – tiba  meluncur pengakuan jujur dari teman – teman saya itu tentang bagaimana dulu mereka sering nongkrong di kantin Ibu itu, makan, lalu ngeloyor pergi alias makan gretongan. Pengakuan yang membuatku tersentak.. Disuatu waktu karena tergoda oleh seorang teman yang memang nakal, saya pernah sekali berbuat seperti itu.

Pun dari pengakuan teman – teman reuni kecil itu, saya baru tau kalau ada banyak siswa disekolah kami yang memanfaatkan kelonggaran pengawasan ibu kantin yang memang hanya memiliki dua bahakan satu orang pekerja. Saya tak bisa membayangkan berapa banyak kerugian ibu itu akibat perbuatan tidak terpuji kami yang katanya sudah berlangsung turun temurun di sekolah.

Saya gak tau, apa itu bisa disebut kenakalan remaja atau sudah masuk kategori kejahatan. Apapun itu, perbuatan kami tetaplah dosa. Saya beruntung masih diberi jatah umur dan disadarkan melalui ajang reuni kecil itu. Janji pun terpatri untuk segera menebus dosa kami, minimal dengan minta maaf. Mungkin ibu itu tau dengan apa yang sering kami perbuat dan membiarkannya karena mungkin segan, mungkin juga ikhlas atau karena beliau sudah menganggap kami seperti anaknya yang suatu waktu bisa berbuat jahil. Atau mungkin juga dia tak pernah tau dengan apa yang terjadi. Entahlah.. tapi semoga ibu itu baik-baik saja !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s