The Journey

Saya paling gak suka kalo naik bus dan bersebelahan dengan penumpang yang doyan ngorok. Disamping berisik, biasanya mereka suka tiba – tiba nyender, lebih parah lagi kalau ngiler. Dan dalam beberapa kesempatan, saya selalu bertemu dengan sosok menyebalkan seperti itu. Mencoba untuk tidak ilfil, ipod kadang menjadi pelarian. Lagu Have You Ever Really Loved A Woman nya Bryan Adams dan lagu dengan beat slow yang lain, selalu menjadi andalan. Menikmatinyanya membuat perjalanan terasa lebih singkat.

Tapi siapa sangka jika jodoh bisa mendekat di atas sebuah Bus, di samping tempat duduk kita. Ya, sosok tulang rusuk yang hilang seperti dalam cerita Adam dan Hawa bisa hadir pada kesempatan dan momen apa saja, termasuk dalam sebuah perjalanan. Sosok berambut hitam, berkulit putih dan berhidung bangir yang terpaksa harus minta maaf karena sudah menggunakan jasa bahuku tanpa izin. Terima kasih ya Allah sudah menjadikan renang sebagai olah raga favorit saya hingga bahu saya cukup lebar untuk menampung kepalanya ( apakah bagian yang ini cukup urgent untuk saya ceritakan ? sepertinya tidak sama sekali ) Meski sebenarnya sayapun sangat tidak keberatan menyerahkan sebagian anggota tubuhku menjadi pelarian dari rasa kantuk dan lelahnya, sungguh untuk yang satu ini saya sangat merelakannya. Pun ketika dia mengulurkan tangan untuk kenalan, dengan mantap saya menyebutkan nama : Achmad Riyadi, biasa di panggil Adi, profesi penyiar, kerjaan sampingan usaha Clothing, hasilnya lumayan, apalagi dekat – dekat Pilkada, bisa buat modal nikah ( Woyy lebai oiii ).

Tapi apapun itu, sekarang sosoknya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup saya. Sudah menjadi orang yang begitu setia membangunkanku di pagi hari tatkala harus berangkat kerja, mendengarkan curhat – curhatku di malam hari, tentang kerjaanku yang menumpuk, bisnis kecil – kecilanku yang lagi seret dan cerita tentang keluargaku yang tak pernah bosan ia dengarkan. Akhir pekanku tak lagi dijabanin sendiri. Selalu ada orang disamping saya yang dengan manja melingkarkan tangannya di lenganku. Mau menyiapkan bahunya untuk saya sandari sejenak!. Dia selalu tau apa yang ada dalam hati saya, mengerti tentang kondisi dan keadaanku yang sebenarnya. Hatiku tak lagi melompong karena namanya sudah mengisi seluruh rongga – rongganya. kehadiran Marsha Timothy dalam tampilan yang berbeda ini telah menjadi sebuah anugerah terindah dan tak akan terganti.

Maafin aye ya Fahri Albar

Hubungan memang tak selalu harus indah. Disuatu waktu mungkin kita harus berdebat. Perbedaan pendapat adalah kesempatan untuk membuat hubungan kita semakin mapan, membentuk kita menjadi manusia dewasa untuk kelak melangkah ke level hubungan yang lebih tinggi. Rasa sayang, kesal, benci, rindu dan cemburu akan membuat hidup dan hubungan kita terasa lebih colorful. Proses itu harus kita jalani untuk sampai pada suatu masa dimana dengan mantap kita akan mengucapkan sebuah janji suci : Kepadamu aku menuju ! Saya ingin menjadikanmu orang di masa depanku, ibu yang akan melahirkan anak – anakku. Kau dan aku akan tua bersama, kau akan menjadi bagian dari rencana – rencana dan obsesi besarku di masa depan. Lalu kaupun memelukku dengan mata berbinar seakan tak ingin kau lepaskan lagi. Betapa bahagianya dirimu. Begitupun aku. ( ini kata – kata  paling romantis yang pernah saya ucapkan seumur hidupku ! )

Dan OH MY GOD.. Segarnya pendingin ruangan bus yang saya tumpangi dan alunan lagu I Wanna Be With You sudah membuat saya terbawa perasaan. Anganku melambung menyimak bait demi bait  yang di nyanyikan oleh Mandy Moore. Meski bahuku cukup kuat dan lapang, tapi ini tak bisa di biarkan, saya harus segera beraksi “Pak, bangun dong. Bis nya sudah mau sampai. Makanya kalau mau berangkat, malamnya jangan begadang” Huftt.. saya berdiri meninggalkan bapak tua berkaca mata tebal berbadan gemuk yang hampir membuat bahuku remuk redam. Sesaat kemudian saya berdiri, bergegas dan Berlalu bersama hilangnya bayangan tentang si Masha Timothy itu. Selamat Datang dunia nyata!!. ( Catatan mudik lebaran 2010 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s